Pages

Selasa, 13 Maret 2012

Elo Gaul Kalo Udah Pakai Beghel

Merah, kuning, hijau, biru, ungu, pink, bagaimana kalau semua warna itu menghiasi gigi-gigi kita? Anak ABG sekarang banyak yang pakai beghel, katanya belum gaul kalau belum pakai beghel. Sepertinya produsen behel di Indonesia tepat memilih usaha di negri ini, karena sepertinya di negri ini ketika satu tren muncul, maka akan hampir mayoritas masyarakatnya mengikuti trend tersebut.

Awalnya fungsi beghel tersebut untuk merapikan gigi-gigi kita yang berantakan, namun sekarang beghel tersebut rupanya telah berganti fungsinya sebagai penanda sosial, sebut saja gaul. Bukan saja gigi-gigi yang berantakan saja yang dipakaikan beghel, tapi juga gigi yang notabene rapi ikut di-beghel guna mengikuti tren dan disebut gaul. Beda negara beda pula persepsi, di negara lain bahkan orang yang memakai beghel dianggap cupu dan nggak dianggap, bandingkan dengan di Indonesia yang malah dianggap gaul?
Harga dari beghel tersebut cukup variatif, kata teman saya yang bekerja di klinik gigi disana ada beghel dengan harga 16 juta, gile cink dibikin pake bahan apaan tuh??? kata teman saya sih ada hiasan-hiasan batu. Mungkin dengan harga demikian, terjamin pula kualitas beghel, selain menarik, juga kuat, dan aman untuk gigi. Dengan fenomena tren beghel tersebut, muncullah berbagai produsen beghel, yang mencengangkan beghel-beghel tersebut seharga di bawah 1 juta. Online shop pun cukup diramaikan dengan penjualan beghel seharga 200 ribu, beberapa orang menyebutnya beghel lepas pasang. Tapi bayangkan saja, bukankah ngeri memasang benda asing seharga 200 ribu ke gigi kita tanpa panduan dokter. Gaul boleh sih, tapi jangan terlalu memaksakan gitu juga. Beghel lepas pasang begitu bukankah dapat merusak rahang kita yang notabene masih bagus? Beberapa teman saya malah menemukan beghel di toko-toko accesoris yang ada di mall seharga 7000 rupiah, bayangan dengan 7 ribu kita udah bisa ikutan gaul?!! Nggak takut karatan tuh gigi pakai behel begituan?

Saran sih, gaul boleh aja tapi kita juga harus cerdas dong. Liat-liat apakah itu cocok untuk kita atau tidak, dan tentu saja jangan terlalu memaksakan kemampuan kita. Just share it, thanks :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar