Pages

Sabtu, 24 April 2010

Aku Tau Aku Suka Dia, Dia Tau Aku Suka Dia, Tapi Aku Tak Tau Apakah Dia Suka Aku.

Pernahkah sesekali kamu mendengarkan lagu favoritmu, kemudian mengingatkanmu pada seseorang? Ya! aku punya !! I have this one ! This song has been sung by Green Day, I love Green Day, I Love this song and I love the one that remainded by this song. haha:D

Ya ! Wake Me Up When September End. Dia bukan siapa-siapa. Benar! Dia memang bukan siapa- siapa sekarang. Tapi dulu? Bahkan ceritanya banyak terekam di otakku dan tertulis memenuhi diary ku sampai aku harus menggantinya berkali-kali. Tapi apa yang terjadi? NOTHING!! He's just my brother, my friend. Tapi hanya dia, yang punya pengaruh kuat dalam diriku, membuatku berdiri sendiri dengan kakiku dan mensugestiku untuk bisa berlari sendiri bahkan terbang dengan kekuatanku sendiri.
Aku pernah menyukainya, suka sekali ! Aku menyukainya sebagai seorang bocah SMP menyukai kakak kelasnya. Entah mengapa saat itu hari-hari sangat menyenangkan, dan hanya saat itu saja aku mendapatkan hari-hari terindah. Aku tahu aku menyukainya, dia tahu aku menyukainya, tapi aku tak tahu apa dia menyukaiku. And I didn't have a time just to say that I love him. Itu adalah penyesalan terburukku, dan semuanya terlambat! Hari-hari terburukku pun dimulai, aku tak lagi melihatnya berjalan di depan kelas dan tersenyum padaku. And I have to say "Good Bye". Dia berjalan sendiri di kehidupannya, akupun juga menjalani hidupku sebagai anak SMA dan keluar dari mimpi anak SMP ku. Sesekali aku mengunjungi ke sekolah lamaku, dan aku melihatnya, seperti biasa, bermain basket, itulah yang dia suka. Dan tahun-tahun selanjutnya aku terlalu disibukkan dengan urusan anak SMA ku, aku pun tak lagi pernah melihatnya di sekolah lamaku. Dia menghilang. Aku tak tahu kemana harus mencarinya. LOST CONTACT !!
Suatu hari aku dikejutkan dengan sesuatu. Sebuah kaos basket kebanggaan SMPku yang berwarna merah dengan nomer 10. Itu kaosnya ! Dan dia membiarkanku menyimpannya. Apa arti semua ini? Untuk membiarkanku agar selalu teringat padanya atau itu malah barang terakhir untukku agar aku bisa melupakannya? AMBIGU ! Aku bingung, bahkan sampai sekarang.
Lagi-lagi aku dikejutkan oleh sesuatu tentang dia, tiba-tiba aku mendapat short message, dan itu dari dia. Mulai dari situ, aku dan dia mulai bernostalgia, memutar kembali cerita-cerita usang dibalik pita-pita kaset dalam memori otak. Cerita konyol anak SMP, sampai rasanya ingin kembali lagi ke dunia itu lagi. Dia ingat betul semua tentang cerita -cerita itu.From now, he's coming back into my life, but in the different way, in his life he has been walk with his girlfriend. And someday, by via text he told, "if right now, I didn't have a girlfriend, I'm tobe with you". It makes me sad, seharusnya dia tahu , hanya dia, dan dia, tak ada yang lain, dari sekian mahluk laki-laki lainnya slama ini. Saat aku menulis blog ini, kebetulan sekali aku mendapat text message dari dia. :)
"here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are"

(untuk laki-laki bego di SMP, Wake Me Up When September End-Green Day)
Dia Lahir tanggal 20 September 1988


thks for all the memories:))


Senin, 19 April 2010

aku, menggambar, guru gambarku, imajinasiku, dan cita-citaku

Aku suka menggambar, hobi itu sudah aku lakukan dari aku kecil dan hobi itu tak hilang dari tangan kecilku dulu sampai tanganku yang mulai kasar ini. Dan hobi itu makin berkembang, bukan hanya menjadi suatu hobi tapi sebuah studi, dan tak kan pernah terlepas dari otakku setelah aku mendalami studiku di Desain Komunikasi Visual ISI Jogja. Dulu selama masih berseragam sekolah, pelajaran yang aku suka adalah menggambar, dari mulai berseragam putih-merah, putih-biru, dan putih-abu2. Dari perjalananku itu, aku menemukan banyak karakter dalam diri guru-guru gambarku, mereka semua berbeda dalam menilai karyaku, beberapa dari mereka selalu memuji dan menyukai karyaku, walaupun karyaku selalu berbentuk kartun. Dan itulah masa kanak- kanak yang aku jalani. Dari sekian guru menggambar yang aku temui, aku sangat mengagumi guru gambarku di bangku SD, dialah orang yang sering memuji gambaranku, memberikan saran dan kritik, orang yang membuatku berani menarik garis dengan spidol tanpa rasa takut, dan meyakinkanku bahwa garisku akan tampak bagus tanpa perlu penghapus, orang yang membuatku berani percaya diri tanpa rasa sombong, ya itulah guru gambarku. Orang yang benar-benar aku percaya untuk menumbuhkan kepercayaan diriku, yang membiarkanku bermain dengan imajinasi-imajinasi masa kecilku. Yah harusnya seperti itulah seorang guru! Hey, pernah saat aku masih duduk di bangku SD, aku dulu sempat heran karena dalam kelas gambarku hanya aku dan satu temanku yang brjenis kelamin cewek, lainnya cowok semua. Dan lagi2 aku heran saat sudah di bangku kuliah, ternyata kelasku minim cewek juga, mayoritas cowok. Apakah cowok lebih pintar menggambar? Pernah suatu ketika saat aku masih bersandang ANAK SMA, waktu itu aku tertangkap basah sedang menggambar di buku tulis saat pelajaran B.Indonesia, lalu ibu guruku itu menghampiri dan meihat gambarku, lalu dia berkata, " Gambarannya bagus, klo mau coba daftar desain grafis ISI, itu bagus lho, tes masuknya juga susah". Detik itu aku sempat memikirkan kata2 itu, lalu detik berikutnya aku lupa, ato karena terhapus oleh isu2 UM UGM? Entahlah. Waktu aku masih balita dan masih suka mencoret2 lemari, tembok, dan setiap kertas kosong tak pernah luput dari goresan pensil dari tangan mungilku, kakak tertuaku pernah berkata, "Kamu mendingan besok kuliah di ISI aja" dan lagi2 aku mengabaikan kata2 itu. Aku tak tau apakah kata2 mereka dulu sebernarnya telah terekam dalam otakku dan mensugesti, menanamkan cita2 yang belum terbentuk sewaktu ku kecil, dan perlahan terbentuk ketikaku dewasa, dan sampai sekarang. aku tak pernah tau, yang aku tau aku suka menggambar dan aku suka dengan studiku.



(Vanilla And Her Playground)



Sabtu, 17 April 2010

Nostalgia, bercanda, bercerita, dan bergunjing

(Foto yg baru blm d upload)

Cerita ini bermula dari sebuah perbincangan di suatu sore yang indah, sembari menyuap dinginnya strawberry ice cream dengan potongan stawberry beku di dalamnya. Dan diantara lingkaran itu selalu terlontar candaan dan ledakan tawa, dan bernostalgia. Tepatnya saat itu aku bersama sentod, gupil, silbid, dan yuliandul, dan selalu dengan personil yang sama setiap kami beredar. Perbincangan dimulai dengan berbagi cerita tentang keseharian yang kami lakukan, soal cowok, dan entah mengapa selalu berujung dengan pergunjingan, menggunjingkan orang yang dirasa mengganggu kehidupan kami masing-masing. Lalu kami menamai forum itu sebagai " Curhat dan Bergunjing atau Curjing". Diantara lingkaran itulah semuanya tertuang, semua cerita terkuak keluar ke permukaan, tawa lepas diselingi umpatan dan tak perduli orang berkata apa, dan dunia serasa hanya kami yang menghuninya.
Kemudian lingkaran itu menuju ke sebuah masa putih abu-abu, dimana kami masih belajar untuk menjadi bijaksana. Dan kisah-kisah silam itu terbongkar, dalam persahabatan yang dipenuhi konflik, ntah itu karena masalah cinta ataupun sikap. Dan Sintalah yang lebih sering terkena konflik itu. Sore itu kami terus berbagi, memutar kembali memori di otak kami, mengeluarkannya melalui gurauan-gurauan memekakkan telingga yang kami pun ta k sanggup untuk menahan tawa ini keluar. Semua tumpah di sore itu, aku tak tau apakah setiap persahabatan selalu diliputi konflik, yang aku tau setelah kami mengingatnya kembali konflik- konflik itu terdengar lucu. Aku tau, saat itu kami hanya baru belajar untuk menjadi dewasa, dan pelajaran itulah yang kami bawa sampai sekarang:))