Pages

Sabtu, 24 Maret 2012

Hello Beach, I Take My Boy to Visit You :)



Tuhan Itu Maha Keren, memberikan keindahanmu untuk sepasang manusia. Sepasang manusia yang jauh-jauh datang dari kota, tergopoh-gopoh naik ke atas bukit untuk menemuimu. Ngos-ngosan, nafas naik turun tak beraturan, lelah menghampiri, namun tersenyum ketika bertemu denganmu dan dengan iklas mereka ucapkan "Hello Beach, I'm here!" :)

Hello Beach, now I take my boy to visit you. you know what I'm so happy :). Betapa senangnya menyapamu di siang yang terik, dan dengan separuh tenaga yang sudah setengah habis diperjalanan. Terbayar sudah dengan memainkan gemercik air beningmu dan menginjakkan kaki di keras karangmu, juga meninggalkan jejak di pasir putihmu.

Aku mencintaimu Beach, dan aku harap suatu hari nanti kamu akan tetap seperti itu ketika aku bawa dirinya lagi bersamaku, mungkin dengan beberapa bentuk mini dari kami :)

thanks beach, Someday I would visit you again :)










I See My Shadow In Your Glasses :)

Rabu, 14 Maret 2012

My Super Mom

dear ibu,

Beberapa hari yang lalu aku menonton sebuah film yang berjudul Wedding Dress, betapa mirisnya aku menonton cerita syahdu itu di depan LCD notebook-ku. Kemudian aku teringat pada Ibu. Beberapa kenangan- kenangan berlari-lari di otakku, menari-nari di pikiranku, teringat padamu dan kemudian mata ini tak mampu membendung air mata untuk tumpah.

Ibu adalah orang berpengaruh nomor 1 dalam hidupku, mungkin aku adalah salah satu diantara anak yang mendapatkan pengawasan yang kurang maksimal dari ibu. Aku tahu, Ibu bekerja untuk kami, mencari lembaran rupiah untuk susu yang kami minum dan bubur yang kami makan. Suatu kali aku sangat senang ketika ibu mengambil cuti dan seharian menemaniku. Aku ingin seperti yang lain Ibu, memiliki Ibu yang selalu menyambutnya ketika pulang dari sekolah dan menyiapkan makanan untukku.

Aku ingat betul, ketika itu aku menangis terbangun dari tidur siangku. Aku membuka mata dan ibu tak ada, aku keluar mengelilingi rumah dan tidak mendapati sosok ibu. Ibu dimana? Saat itu aku teringat bahwa ibu harus berangkat untuk sekolah musiknya.

Ibu, taukah kamu bahwa aku selalu aman dan nyaman di dekatmu. Seberapa galaknya kau memarahiku saat aku nakal, tapi ibu tetap orang pertama yang aku cari ketika aku terbangun dari tidurku. Kau selalu memberikan rasa aman, mengendalikan segala situasi dengan baik, membuatku tidak resah dalam menghadapi ketakutanku, dan kau selalu memberikan perasaan "semua akan baik-baik saja". Ibu yang menguatkan aku, wanita yang bisa merawat ayah saat sedang sakit dan menghiburku saat aku menangis dalam waktu yang sama.

Ibu orang nomor 1 yang selalu mendukungku, orang yang tidak pernah memperhitungkan berapa jumlah rupiah yang harus dikeluarkan untuk membuatku menjadi orang hebat. Ibu yang selalu memotivasiku untuk menjadi seseorang yang melebihi beliau.

Ibu, surat cinta ini aku tulis tidak bertepatan pada hari ibu, karena satu hal yang aku tau, rasa sayangku pada ibu ada di setiap hari saat kubuka mata sampai mata terpejam, bagiku setiap hari adalah hari ibu, terimakasih ibu dengan apa yang selama ini kau berikan dan kau ajarkan aku akan selalu membuatmu tersenyum dan berkata "itu anakku" :)

I love u, ibu.....

Selasa, 13 Maret 2012

Cadas dan Gila

Elo Gaul Kalo Udah Pakai Beghel

Merah, kuning, hijau, biru, ungu, pink, bagaimana kalau semua warna itu menghiasi gigi-gigi kita? Anak ABG sekarang banyak yang pakai beghel, katanya belum gaul kalau belum pakai beghel. Sepertinya produsen behel di Indonesia tepat memilih usaha di negri ini, karena sepertinya di negri ini ketika satu tren muncul, maka akan hampir mayoritas masyarakatnya mengikuti trend tersebut.

Awalnya fungsi beghel tersebut untuk merapikan gigi-gigi kita yang berantakan, namun sekarang beghel tersebut rupanya telah berganti fungsinya sebagai penanda sosial, sebut saja gaul. Bukan saja gigi-gigi yang berantakan saja yang dipakaikan beghel, tapi juga gigi yang notabene rapi ikut di-beghel guna mengikuti tren dan disebut gaul. Beda negara beda pula persepsi, di negara lain bahkan orang yang memakai beghel dianggap cupu dan nggak dianggap, bandingkan dengan di Indonesia yang malah dianggap gaul?
Harga dari beghel tersebut cukup variatif, kata teman saya yang bekerja di klinik gigi disana ada beghel dengan harga 16 juta, gile cink dibikin pake bahan apaan tuh??? kata teman saya sih ada hiasan-hiasan batu. Mungkin dengan harga demikian, terjamin pula kualitas beghel, selain menarik, juga kuat, dan aman untuk gigi. Dengan fenomena tren beghel tersebut, muncullah berbagai produsen beghel, yang mencengangkan beghel-beghel tersebut seharga di bawah 1 juta. Online shop pun cukup diramaikan dengan penjualan beghel seharga 200 ribu, beberapa orang menyebutnya beghel lepas pasang. Tapi bayangkan saja, bukankah ngeri memasang benda asing seharga 200 ribu ke gigi kita tanpa panduan dokter. Gaul boleh sih, tapi jangan terlalu memaksakan gitu juga. Beghel lepas pasang begitu bukankah dapat merusak rahang kita yang notabene masih bagus? Beberapa teman saya malah menemukan beghel di toko-toko accesoris yang ada di mall seharga 7000 rupiah, bayangan dengan 7 ribu kita udah bisa ikutan gaul?!! Nggak takut karatan tuh gigi pakai behel begituan?

Saran sih, gaul boleh aja tapi kita juga harus cerdas dong. Liat-liat apakah itu cocok untuk kita atau tidak, dan tentu saja jangan terlalu memaksakan kemampuan kita. Just share it, thanks :)

Senin, 12 Maret 2012

WAJAH POLOS TANPA KONTAMINASI :)

Hey kapan foto ini diambil, kira-kira 3 tahun yang lalu.
kiki, yoyo, dan rere. yang lain kemana?

HELLO AHMAD HELLO SITI !!

BLOW UP!

Berperang Melawan Formalin!

Pernahkah kalian dengar kata formalin? Yaa kemarin karena saya sedang jenuh dan nggak ada acara di tv yang bagus, akhirnya saya nonton reportase investigasi. Kali ini acara itu mengulas tentang pembuatan saos dan saos palsu.

Saya jadi keinget sama guru saya waktu SD, nama beliau ibu Tuti. Karena dulu jaman saya masih SD, teman-teman suka jajan di pedagang makanan yang berasal dari antah berantah. Si guru kayanya takut dan khawatir sama makanan-makanan itu. Dipirkirnya nggak sehat kali ya dan entah terbuat dari apa itu, mungkin juga bukan makanan manusia. Apalagi si guru ngeliat makanan yang serba merah yang dibawa anak, penuh saos.

Nah lalu si guru bilang ke kita(anak-anak SD)

G: anak-anak kemaren ibu baru saja pergi dan bertembu sebuah mobil pick up di lampu merah, mobil tersebut membawa buah pepaya yang sudah busuk. Waktu saya tanya "lho itu pepaya mau diapakan?" coba tebak dia bilang apa?

M: (diam dan penasaran)

G: katanya pepaya tersebut akan dipakai untuk campuran membuat saos.

Whaaaat? Jadi selama ini saos-saos yang selama ini aku makan dari bahan busuk. Pepaya lagi! You know lah betapa nggak enaknya itu pepaya, busuk pula ! Demi hakim roda emas!

Lalu waktu itu saya nyantai aja sih, pikiran saya saat itu ya "ah buguru cuma nakut-nakutin aja"

Dan kemarin ni, beberapa hari kemarin. Tepatnya sekarang saya duduk di bangku kuliah semester 8. Saya nonton acara reportase investigasi dan you know what they talk about? Yessss, that's how to make the saos abal-abal

Shock berat saya saat mengetauhi bahan-bahan pembuatannya. Semuannya berasal dari bahan busuk, mulai dari cabai, tomat, dan........PEPAYA!!!!! Pepaya busuk mennnn......!!! dan parahnya pakai formalin buat pengawet, WHAT THE HELL !

Dan semenjak itu saya sadar bahwa omongan guru saya itu bukanlah tipu daya, dan percayalah apa kata guru kamu.

Sekarang saya jadi milih-milih kalau mau makan mie ayam atau bakso, apalagi saos cap bagong tuh, kayanya nggak menyakinkan deh. pfftttttttttt

SITI AND AHMAD :)