Blog ini berjudul 5 in 1, kenapa 5 in 1 dan bukan 3 in 1? kalo 3 in 1 itu biasanya suatu aturan yang diberlakukan di jakarta kepada pengguna jalan, bahwa dalam 1 mobil minimal harus ada 3 orang, untuk menghindari kemacetan..
cerita ini bermula saat kami berlima(aku, mbak tyas, mbak anies, mas adnan, dan mamah) belanja di tanah abang. berangkat dari depok, menujulah kita ke jakarta dengan naik kereta ekonomi, karena harganya yang 2000 rupiah, dan kereta yang datang duluan, akhirnya kami rela berdesak- desakan. di kereta KRL ekonomi itu semuanya tumpah ruah, dari mulai manusia, makanan, buah-buahan, sampai ayam ! untung gk ada kambing ato sapi, parah kan??
dari stasiun depok baru menuju stasiun gondangdia, desak- desakan, sambil bauk ketek dan keringet, huff.....hufff... seteah kurang lebih 1 jam an, sampailah kami di jakarta, dari stasiun gondang dia kami naik bajai seharga 15.000 rupiah, lumayanlah bajai yang berisiknya kayak orang perang itu bisa menembus macet. dua bajaj yang disewa itu akhirnya nyampe tanah abang dengan sehat dan selamat.
nyampe ditanah abang, buseeettttt dahh....lautan manusia, ramenya ngalahin orang demo. setelah berjam-jam belanja dan capek, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. keluar dari pintu timur pasar tanah abang, langsung pada lemes.....busettttttt macetnya parah.....mau cari bajaj dimana???
akhirnya kami berjalan cukup jauh dan menemukan bajaj, tp karena macetnya parah kami jadi susah buat tawar menawar, keburu macet, dan gk ada bajaj yang mau mengangkut kami dengan bayaran 15ribu dan bertemulah kami dengan si biru penolong, bajaj BBG. awalnya kami menawar 15 ribu tapi supirnya gk mau. yaudah deh akhirnya kami membayar 20rb dengan syarat kami berlima harus muat diangkut sampe stasiun gondangdia.
huffff, berlima lah kita di bajaj itu, badan harus ditekuk- tekuk biar lima-limanya bisa masuk, dijalan masih diketawain orang, dan di dalam bajaj ngakak teruslah kita gk bisa diem ngebayangin harus berlima dalam satu bajaj.
hmmm. coba salah satu ada yg kentut, langsung BUBAR deh semua !!
cerita ini bermula saat kami berlima(aku, mbak tyas, mbak anies, mas adnan, dan mamah) belanja di tanah abang. berangkat dari depok, menujulah kita ke jakarta dengan naik kereta ekonomi, karena harganya yang 2000 rupiah, dan kereta yang datang duluan, akhirnya kami rela berdesak- desakan. di kereta KRL ekonomi itu semuanya tumpah ruah, dari mulai manusia, makanan, buah-buahan, sampai ayam ! untung gk ada kambing ato sapi, parah kan??
dari stasiun depok baru menuju stasiun gondangdia, desak- desakan, sambil bauk ketek dan keringet, huff.....hufff... seteah kurang lebih 1 jam an, sampailah kami di jakarta, dari stasiun gondang dia kami naik bajai seharga 15.000 rupiah, lumayanlah bajai yang berisiknya kayak orang perang itu bisa menembus macet. dua bajaj yang disewa itu akhirnya nyampe tanah abang dengan sehat dan selamat.
nyampe ditanah abang, buseeettttt dahh....lautan manusia, ramenya ngalahin orang demo. setelah berjam-jam belanja dan capek, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. keluar dari pintu timur pasar tanah abang, langsung pada lemes.....busettttttt macetnya parah.....mau cari bajaj dimana???
akhirnya kami berjalan cukup jauh dan menemukan bajaj, tp karena macetnya parah kami jadi susah buat tawar menawar, keburu macet, dan gk ada bajaj yang mau mengangkut kami dengan bayaran 15ribu dan bertemulah kami dengan si biru penolong, bajaj BBG. awalnya kami menawar 15 ribu tapi supirnya gk mau. yaudah deh akhirnya kami membayar 20rb dengan syarat kami berlima harus muat diangkut sampe stasiun gondangdia.
huffff, berlima lah kita di bajaj itu, badan harus ditekuk- tekuk biar lima-limanya bisa masuk, dijalan masih diketawain orang, dan di dalam bajaj ngakak teruslah kita gk bisa diem ngebayangin harus berlima dalam satu bajaj.
hmmm. coba salah satu ada yg kentut, langsung BUBAR deh semua !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar