Aku suka menggambar, hobi itu sudah aku lakukan dari aku kecil dan hobi itu tak hilang dari tangan kecilku dulu sampai tanganku yang mulai kasar ini. Dan hobi itu makin berkembang, bukan hanya menjadi suatu hobi tapi sebuah studi, dan tak kan pernah terlepas dari otakku setelah aku mendalami studiku di Desain Komunikasi Visual ISI Jogja. Dulu selama masih berseragam sekolah, pelajaran yang aku suka adalah menggambar, dari mulai berseragam putih-merah, putih-biru, dan putih-abu2. Dari perjalananku itu, aku menemukan banyak karakter dalam diri guru-guru gambarku, mereka semua berbeda dalam menilai karyaku, beberapa dari mereka selalu memuji dan menyukai karyaku, walaupun karyaku selalu berbentuk kartun. Dan itulah masa kanak- kanak yang aku jalani. Dari sekian guru menggambar yang aku temui, aku sangat mengagumi guru gambarku di bangku SD, dialah orang yang sering memuji gambaranku, memberikan saran dan kritik, orang yang membuatku berani menarik garis dengan spidol tanpa rasa takut, dan meyakinkanku bahwa garisku akan tampak bagus tanpa perlu penghapus, orang yang membuatku berani percaya diri tanpa rasa sombong, ya itulah guru gambarku. Orang yang benar-benar aku percaya untuk menumbuhkan kepercayaan diriku, yang membiarkanku bermain dengan imajinasi-imajinasi masa kecilku. Yah harusnya seperti itulah seorang guru! Hey, pernah saat aku masih duduk di bangku SD, aku dulu sempat heran karena dalam kelas gambarku hanya aku dan satu temanku yang brjenis kelamin cewek, lainnya cowok semua. Dan lagi2 aku heran saat sudah di bangku kuliah, ternyata kelasku minim cewek juga, mayoritas cowok. Apakah cowok lebih pintar menggambar? Pernah suatu ketika saat aku masih bersandang ANAK SMA, waktu itu aku tertangkap basah sedang menggambar di buku tulis saat pelajaran B.Indonesia, lalu ibu guruku itu menghampiri dan meihat gambarku, lalu dia berkata, " Gambarannya bagus, klo mau coba daftar desain grafis ISI, itu bagus lho, tes masuknya juga susah". Detik itu aku sempat memikirkan kata2 itu, lalu detik berikutnya aku lupa, ato karena terhapus oleh isu2 UM UGM? Entahlah. Waktu aku masih balita dan masih suka mencoret2 lemari, tembok, dan setiap kertas kosong tak pernah luput dari goresan pensil dari tangan mungilku, kakak tertuaku pernah berkata, "Kamu mendingan besok kuliah di ISI aja" dan lagi2 aku mengabaikan kata2 itu. Aku tak tau apakah kata2 mereka dulu sebernarnya telah terekam dalam otakku dan mensugesti, menanamkan cita2 yang belum terbentuk sewaktu ku kecil, dan perlahan terbentuk ketikaku dewasa, dan sampai sekarang. aku tak pernah tau, yang aku tau aku suka menggambar dan aku suka dengan studiku.

coba tolong gambarkan sosok ku.. haha
BalasHapussosok mu klo dgambar menyerupai buto ijo . haha
BalasHapus